23 September 2017

Ketua LDII Sulsel Sebut Berkurban Bentuk Kesalehan dan Keadilan Sosial

4 - Sep - 2017 | 15:31 | by: Admin1
Ketua LDII Sulsel Sebut Berkurban Bentuk Kesalehan dan Keadilan Sosial

 

Makassar, Beritakota Online – Menyembelih hewan kurban yang setiap tahun dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia merupakan bentuk kesalehan sosial. Jika ibadah kurban terus dijaga dan ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya, maka kepedulian sosial pun akan terus meningkat.

Dalam Islam, berkurban menjadi ujian ketakwaan dan kesetiaan. “Berkurban adalah sebuah ibadah yang penting sebab menjadi momentum untuk meraih pahala yang besar dari Allah SWT. Makna kesalehan sosial pun dapat kita rasakan bersama,” ujar Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/9/2017).

Menurut rekapitulasi secara nasional pada Minggu, 3 September 2017, jumlah sapi yang warga LDII kurbankan sebanyak 18.375 ekor. Adapun jumlah kambing sebanyak 20.005 ekor. Dari data tersebut, warga LDII se-Sulawesi Selatan menyembelih 484 ekor sapi dan 69 ekor kambing.

Prosesi menyembelih hewan kurban memeberi banyak teladan bagi seluruh rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Hal ini ikut menjadi perekat dalam kemajemukan sebagai bangsa. “Bukan hanya perekat bagi sesama umat islam, tetapi bagi seluruh bangsa. Perekat kaum kaya dengan kaum miskin,” katanya.

Lebih lanjut, membagikan daging kurban merupakan manifestasi keadilan sosial. “Sebab orang bisa menikmati daging yang mungkin tidak setiap hari ia rasakan. Berkurban mendistribusi keadilan sosial,” ujarnya.

Hidayat mengatakan, warga LDII mengumpulkan dana kurban dengan jalan menggalang tabungan kurban di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). “Adanya warga LDII bisa berkurban sapi dan kambing begitu banyak karena punya tabungan di tingkat PC dan PAC, sehingga mereka punya banyak dana untuk membeli hewan kurban,” ujar anggota dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan ini.

Menurut rilis yang DPP LDII keluarkan, LDII Jawa Timur menempati urutan pertama dengan jumlah sapi sebanyak 3.638 ekor dan kambing 5.800 ekor. Urutan kedua, LDII Jawa Tengah 3.488 ekor sapi dan 4.019 ekor kambing. Ketiga, LDII Jawa Barat 2.270 ekor sapi dan 2.083 ekor kambing. Keempat, LDII DKI Jakarta 1.539 ekor sapi dan 3.080 ekor kambing. Kelima, LDII Lampung 916 ekor sapi dan 946 ekor kambing. Keenam, LDII Banten 855 ekor sapi dan 661 ekor kambing. Ketujuh, LDII Kalimantan Timur 671 ekor sapi dan 169 ekor kambing. Kedelapan, LDII Sumatera Selatan 518 ekor sapi dan 314 ekor kambing. Kesembilan, LDII Sulawesi Selatan 484 ekor sapi dan 69 ekor kambing. Kesepuluh, LDII Yogyakarta 458 ekor sapi dan 821 ekor kambing.

Melihat tren dari tahun ke tahun, jumlah hewan kurban warga LDII cenderung stabil. “Bahkan, ditahun 1438 hijriah tahun ini, jumlahnya mencapai 18 ribu lebih,” ujar Hidayat. (*)

Editor : Azis Umar/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita TNI,Berita Utama,Budaya | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita TNI

Kategori Berita Utama

Kategori Budaya