23 September 2017

Direktur RSUD Labuang Baji, Klarifikasi Terkait Kasus Penolakan Pasien

26 - Agu - 2017 | 18:45 | by: Admin1
Direktur RSUD Labuang Baji, Klarifikasi Terkait Kasus Penolakan Pasien

Makassar, Beritakota Online – Kasus penolakan pasien anak berusia 5 tahun bernama Muhammad Ardiansyah anak salah satu Jurnalis dari media Jawa Poss, Rahmayadi, di RSUD Labuang Baji kemarin Jumat 25/ 8/17

Kasus tersebut menjadi viral dibeberapa media saat ini hingga ketua ikatan wartawan Online Sulsel dan beberapa ormas lainnya’ juga turut berkomentar.

Ardiansyah ditolak pelayanan yang mengecewakan atas terjadinya penolakan salah satu pasien yang menggunakan surat rekomendasi Kartu BPJS/KIS anak dari pasangan Rahmayadi dan Novianti warga Jalan Kerung Kerung Kota Makassar.

Sementara direktur RS Labuang akhirnya angkat bicara” melalui pesan WhatsApp, ” saya Dr. Mappatoba, direktur RS Labuang Baji menanggapi pemberitaan di media on line tentang Penolakan pasien di RSUD Labuang Baji dengan ini kami  klarifikasi bahwa tidak pernah ada penolakan pasien di Rumah Sakit Labuang Baji.

Menurutnya Itu bukan merupakan prosedur Rumah Sakit. Kejadian nya adalah pada jam 19.40 pasien datang dengan keluhan demam dan langsung di tangani oleh Dokter jaga dan perawat jaga dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan BB,  pemeriksaan suhu dan rencana pemeriksaan lab  . ,pasien anak masuk di ruang triage. Sesuai standar Prosedur, perawat akan mengidentifikasi nama,  tanggal lahir dan alamat pasien jadi dimintalah KK dan KTP.

Setelah dimintai berbagai beberapa prosedur Orangtua Ardiasyah mengatakan kami tidak mempunyai KK dan KTP saya hanya membawa keterangan tidak mampu, jadi teman menjelaskan bahwa di RS kami tdk berlaku keterangan tidak mampu dan KK , KTP

Sejak bulan Januari 2016. Terintegrasi ke dalam BPJS. Kemudian Juga diminta surat keterangan tidak mampu tadi namun tidak bisa memperlihatkan.

Orangtua Pasien hanya membawa Rekomendasi Dinas Sosial tapi ketika diminta juga tidak bisa memperlihatkan. jadi bapaknya marah marah dan mengatakan bahwa kenapa RS ini tdk memberlakukan KK, KTP

“lalu kemudian mengatakan saya ini wartawan provinsi sambil membentak dokter dan perawati dan tiba tiba dia memaksa istrinya pulang dan mengambil anaknya tapi istrinya mengatakan kenapa mau  di kasih pulang sementara anaknya di periksa..

Namun bapaknya tetap memaksa istrinya pulang dan Bpk tersebut foto dokter dan perawat yang jaga sambil marah marah. Dokter jaga menyayangkan kenapa anak yang sementara di periksa dan di rawat di bawa paksa pulang, begitu kejadian sebenarnya, kata Mappatoba dalam percakapan WA

Mappatoba menambahkan melalui via selulernya mengatakan, Sabtu sekitar pukul 17:30 wita, kejadian di RS Labuang Baji bukan hanya kali ini dan sudah sering terjadi namun pihak Pelayanan tidak pernah menolak pasien apalagi yang tidak mampu.

Lanjut. Pasien yang sudah mendapat perawatan yang ditangani oleh perawati kemudian selanjutnya pihak rumah sakit meminta beberapa perlengkapan prosedur, baik dari BPJS keterangan tidak mampu atau KK, KTP dan lainnya

“Jika tidak membawa maka pihak RS memberikan waktu 48 jam ( 2 hari) untuk melakukan pengurusan karena sebagai pertanggungjawaban pihak Rumah sakit. Jadi itu tidak benar kalau pasien tidak dilayani atau mendapat penolakan.

Rumah Sakit Labuang Baji itu Rumah Sakit Rujukan Type B dan terakreditasi. Jadi jangan ragukan soal standar pelayanan. Justru kami menjalankan standar yang kebetulan keluarga pasien tidak bisa perlihatkan.. tapi anaknya tetap dilayani dengan baik, tutupnya Mappatoba

Editor: Anjas/Mirsyahbani/Andi A Effendy

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Kesehatan,Makassar | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Kesehatan

Kategori Makassar