20 August 2017

Ada Apa, Hasil Karate O2SN Tingkat SD Kabupaten Mamuju Bermasalah ?

28 - Jul - 2017 | 06:54 | by: Admin1
Ada Apa, Hasil Karate O2SN Tingkat SD Kabupaten Mamuju Bermasalah ?

Mamuju, Beritakota Online-Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2017 diadakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mamuju cabang Olahraga Karate menuai sorotan.

Sorotan terkait hasi pertandingan Karate tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Mamuju, belum lama berakhir. Dari hasil keputusan pertandingan Karate di tingkat SD diadakan di Aula SMP Negeri 2 Mamuju saat beberapa bulan lalu.

Dari hasil yang disepakati, sebagai pemenang A.Artalia dari SD Negeri 1 Mamuju urutan ke dua Febri dari SD 4 Mamuju. Hal tersebut dikatakan Hamsiar selaku juri dan sekaligus orang tua murid merasa diperlakukan tidak adil.

“Sepengetahuan saya, Artalia unggul saat itu dari segi poin, karena yang dipertandingkan dua kategori yaitu, Kumite dan Kata. Dari peragaan Kata (jurus) Artalia kalau dengan poin 3-2 tetapi di kelas Kumite (tarung) Artalia unggul dengan poin mutlak 8-0,” ucap Hamsiar, melalui telpon selulernya kepada media ini, Kamis (27/7/2017) malam sekira pukul 22.10 Wita.

Dirinya mengaku merasa anaknya dirugikan, karena tanpa sepengetahuan dia, pihak penyelenggara keputusan saat itu, dinilai tidak profesional dan tidak komitmen. Serta tidak mencerminkan jiwa olahraga yang sportif.

Terkait hal itu, selaku penyelenggara kegiatan dan panitia O2SN, Syamsir, Kasi Bidang Olahraga Disdikpora Kabupaten Mamuju, sekaligus panitia penyelenggara saat ditemui di Hotel Marannu Mamuju. Dirinya mengakui masalah keputusan hasil yang mewakili tingkat SD ditingkat Provinsi Sulbar.

Syamsir hanya menerima hasil yang disodorkan salah satu Guru SMP 1 Negeri Mamuju dan salah satu pelatih Karate dan wasit juri saat itu.

“Saya mendapatkan informasi dari salah satu pelatih karate Sofyan, menurutnya ada petunjuk tekhnis baru, untuk tahun ini aturan hanya dipertandingkan peragaan Kata (jurus) begitupun juga kata salah satu guru SMP 1 Mamuj Pak Tinus,” kata Syamsir kepada media ini.

Syamsir tidak tahu jika ada keputusan sudah dibuat dari hasil ketatapan dilakukan antara wasit dan juri saat pertandingan Karate di SMP 2 Mamuju, saat itu.

“Saya tidak tahu, masalah internal antara wasit dan juri saat itu, secara peribadi saya lihat juga hasil pertandingan di SMP 2 Mamuju, Artalia unggul di Kumite tanding pointnya 8-0 dan di Kata (jurus) beda 1 point yaitu 3-2 keunggulan Febri dari SD 4 Mamuju,” terang Syamsir.

Kembali lagi ke Hamsiar selaku juri dan sekaligus orang tua murid melanjutkan bahwa, menurutnya fisikologis anak merasa dirugikan.

“Anak didik merasa dirugikan, karena sudah sering latihan merasa dirinya mewakili SD tingkat Provinsi Sulbar. Tapi caranya rekan-rekan sesama wasit dan juri. Tidak konfirmasi sama kita, mengambil keputusan sepihak. Jelas mereka merugikan fisikologis atlet, apalagi masi usia dini,” tegas Hamsiar.

Laporan: Muh.Basri S
Editor : H.Sakkar/Mirsyahbani/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Olah Raga,Sekolah | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Olah Raga

Kategori Sekolah