21 November 2017

Ketua Dewan Etik IWO Sulbar Mengutuk dan Mengecam Aksi Premanisme Terhadap Wartawan Online

20 - Jul - 2017 | 22:16 | by: Admin1
Ketua Dewan Etik IWO Sulbar Mengutuk dan Mengecam Aksi Premanisme Terhadap Wartawan Online

Mamuju, Beritakota Online-Tindakan salah satu oknum guru honorer di Bantaeng, Sulawesi Selatan mengintimidasi salah satu wartawan media online Zona Merah.co menjadi perhatian khusus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Barat, Muh Basri.

“Sebagai guru honorer, disalah satu yayasan pendidikan tidak sepantasnya mengintimidasi wartawan, apalagi dalam tugas peliputan berita. Hal itu saya tidak terima. Pihak pemda Bantaeng harus mencopot oknum tenaga honorer,” tegas Basri saat ditemui di Sekertariat IWO Sulbar di Jalan Pababari, Mamuju, Kamis malam (20/7/2017)

Ketua IWO Sulbar ini, meminta kepada pengurus IWO Sulsel memproses hukum kepada oknum tenaga honorer, sesuai aturan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Saya minta pihak penegak hukum di Bantaeng memberi hukuman pada oknum honorer tersebut sesuai aturan dalam UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, pada pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait menghalang-halangi upaya media dalam mencari, mengolah, informasi dapat di pidana dalam kurungan penjara selaam 2 tahun dan denda Rp500 juta,” terang Basri lagi.

Basri mengatakan hal tersebut, agar UU Pers harus di tegakkan, karena menurutnya dalam pasal 4 UU Pers menjamin kemerdekaaan Pers, dan Pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.
Fathir : Ketua Dewan Etik IWO Sulbar mengutuk dan mengecam aksi Pranisme Terhadap Wartawan

Ketika Dewan Etik Ikatan Wartawan Online ( IWO ) DPW IWO Sulbar meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses dan mengusut oknum guru honorer tuntas krn ini tidak biasa di biarkan

“Tangkap dan penjara¬† si pelaku. Wartawan jelas sebagaimana amanah undang undang pers nomor 40 tahun 1999 dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang menghalangi atau dengan sengaja menghambat atau menghalangi tugas media dapat di pidana penjara selama 2 tahun dan denda 500 juta,”Kata fathir

Lanjut dikatakan, dalam pasal 4 undang undang pers disitu disebutkan menjamin kebebasan pers dan pers nasional memiliki hak mencari memperoleh dan menyebarkan secara luas gagasan dan informasi.

“Olehnya itu dengan adanya kasus yang menimpa rekan kami sesama profesi kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat mengusut secara tuntas,”Tegas Fathir.

Laporan Muh.Basri S
Editor : H.Sakkar/Mirsyahbani/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Nusantara | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Nusantara