20 August 2017

Manurung Sang Maradika Tammakana-Kana

13 - Jul - 2017 | 19:34 | by: Admin1
Manurung Sang Maradika Tammakana-Kana

Mamuju, Beritakota Online-Kerajaan Mamuju memiliki sejarah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Mamuju, salah satunya adalah asal muasal benda Pusaka yang dimiliki Kerajaan Mamuju yaitu Manurung.

Berdasarkan keterangan Maradika Mamuju, H. Andi Maksum Dai pada prosesi Masossor Manurung atau penyucian keris Pusaka, mengatakan Manurung merupakan kembaran seorang putra dari Raja Mamuju yaitu Lasalaga.

“ketika permaisuri Raja Mamuju melahirkan seorang putra yang sehat dan mungil pada saat itu pula terdapat sebilah keris yang disebut Manurung, dan keberadaannya ini menjadi kejadian yang luar biasa karena seorang Putra Raja yaitu Lasalaga kembar dengan Manurung tersebut” papar Maradika Mamuju, pada Prosesi Masossor Manurung, yang dipusatkan di Area Rumah Adat Mamuju (Kamis, 13/07)

Andi Maksum Dai menambahkan, Keris yang diberi nama Manurung oleh rakyat Mamuju, dianggap suatu barang yang sakti dan memiliki daya yang luar biasa, sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami raja dalam suatu kerajaan, jika sang Manurung dibawa ketempat yang mengalami kesulitan tersebut seketika akan terbebas.

“apabila Maradika membawa Manurung kesuau tempat, maka seluruh yang dilewati oleh Manurung akan tunduk kepadanya, olehnya itu Manurung dijuluki sebagai Maradika tammakana-kana” Ujar Andi Maksum Dai.

Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa Masossor Manurung adalah salah satu potensi  budaya yang dimiliki Mamuju yang perlu dikembangkan mengingat tradisi ini memiliki keterikatan budaya dengan Kerajaan Badung Bali.

“dengan adanya keterikatan dengan Bali, hal ini bisa dijadikan intervensi dalam memadukan antara Budaya Mamuju dan Budaya Bali yang nantinya dapat diajdiakn sebagai ikon budaya yang dapat dikerja samakan” sebut Bupati Mamuju.

Prosesi Masossor Manurung yang digelar tersebut, dihadiri oleh Raja Gowa Andi Kumala Itjo Karaeng Lembang Parang, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj. Enny Anggraeni Anwar, Forkopimda Lingkup Kabupaten Mamuju, pemangku adat Galagar Pitu, pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Mamuju, dan masyarakat yang menyaksikan langsung prosesi penyucian keris pusaka yang dimiliki oleh Kerajaan Mamuju tersebut.

Laporan : Muh.Basri S
Editor : H.Sakkar/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Foto,Berita Pilihan,Berita Terkini,Budaya,Nusantara | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Foto

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Budaya

Kategori Nusantara