22 August 2017

Aksi Warga Desa Mangilu Blokade Jalan Menuju Tambang Semen Tonasa Berlanjut

28 - Apr - 2017 | 08:42 | by: Admin1
Aksi Warga Desa Mangilu Blokade Jalan Menuju Tambang Semen Tonasa Berlanjut

Pangkep, Beritakota Online-Pasca Aksi blokade jalan Jilid I yang dilakukan warga lingkungan Barajongaya Desa Mangilu Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan Senin, 24 April 2017, kembali dilakukan warga sekitar, Kamis (27/4/17).

Aksi kali kedua ini, akibat dari adanya aktifitas pengangkutan material tambang yang dilakukan oleh pihak penambang dari PT. Prasetya Japar (PJ) pagi hari ini, membuat masyarakat kesal dan berang atas kelakukan perusahaan tambang yang melanggar kesepakatan bersama untuk tidak melakukan aktifitas pengangkutan material tambang.

Aktivitas itu, mengakibatkan jalan yang rusak sehingga membuat masyarakat Barajongaya kembali turun melakukan aksi blokade jalan Jilid 2.

Firman, koordinator aksi blokade jalan Jilid 2 saat ditemui Indotimnews.com Grup Beritakota Online, dilapangan mengungkapkan kekesalannya atas aktifitas pengangkutan material tambang yang beroperasi pada hari ini.

“Kami sangat kesal atas apa yang dilakukan oleh pihak penambang PT. Prasetya Japar (PJ) pada hari ini, PJ pada hari ini telah melanggar kesepakatan yang telah disepakati bersama dengan masyarakat. Dimana PJ kembali melakukan operasi pengangkutan material tambang ke Pabrik PT. Semen Tonasa sebelum tuntutan masyarakat terpenuhi”, tutur Firman.

Aksi blokade jalan Jilid 2 yang dilakukan masyarakat Barajongaya ditanggapi langsung oleh Kepala Desa Mangilu, Abd. Malik dengan mengajak masyarakat untuk berdialog di ruang pola kantor Desa Mangilu.

Nampak Kapolres Pangkep AKBP Edi Kurniawan, Kapolsek Bungoro Kompol Rustam, Wadanramil Bungoro (Ka. Biro Keamanan PT. Semen Tonasa) Kapten Markamran, Perwakilan PT. Semen Tonasa H. Akbar Gunawan, Alim Bahri dan dari pihak perusahaan tambang yang diwakili oleh Nurwasit PT. Prasetya Japar (PJ), Muh. Hatta dari perusahaan KERI serta turut pula dihadiri oleh Presidium Lembaga Pemerhati Aspirasi Masyarakat (LEMPAR), Firman Hermanda yang mewakili dan mendampingi langsung Aspirasi masyarakat Barajongaya Desa Mangilu.

Pertemuan yang dilakukan di Kantor Desa Mangilu berlangsung cukup alot oleh karena selain masyarakat menuntut perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas pertambangan dan juga mendesak pihak PT. Semen Tonasa untuk membuat jalur khusus.

Masyarakat juga mempertanyakan bentuk pengelolaan dana debu Rp. 5.000/ret yang dibebankan kepada pihak penambang serta menuntut Kepala Desa Mangilu agar pengelolaan Dana ADD transparan.

Sementara warga dengan tegas meminta kepada pihak penambang agar segera melakukan perbaikan jalan dengan melihat kondisi yang ada.

“Kami ingin para pihak penambang jangan dulu melakukan aktifitas sebelum ruas jalan diperbaiki dengan baik”. Tegas, Firman, koordinator aksi blokade jalan jilid 2 yang tinggal dilingkungan Barajongaya dan juga Koordinator LSM LEMPAR Desa Mangilu.

Sementara itu Haeruddin, salah seorang tokoh masyarakat Desa Mangilu meminta kepada pihak pengelola uang debu agar dana debu dikelola dengan tepat guna dan transparan.

“Kami ini masyarakat hanya dijual kepada pengusaha tambang untuk memungut uang debu tapi yang menikmati hanya segelintir orang yang mengelola dana debu,” cetus Haeruddin.

Haeruddin juga menambahkan, agar sekiranya pengelolaan Alokasi Desa Desa (ADD) dan dana CSR dari perusahaan PT. Semen Tonasa dan Pabrik Marmer dikelola secara transparan.

“Kami ingin pengelolaan dana ADD dan CSR dibuka kepada masyarakat, kalau perlu bentuk pengelolaannya ditempelkan di Papan Informasi Desa sehingga kami masyarakat bisa mengetahui bentuk pengelolaannya,” pintanya.

Dari hasil pertemuan masyarakat, telah disepakati beberapa point yang diantaranya:

1. pihak perusahaan tambang sepakat untuk melakukan perbaikan jalan secara optimal sesuai dengan keinginan masyarakat.

2. pihak perusahaan tambang tidak akan beroperasi selama perbaikan ruas jalan belum selesai.

3.Pihak PT. Semen Tonasa bersedia kembali akan mengusulkan kepada pihak Semen Gersik yang saat ini menjadi Semen Indonesia untuk menganggarkan kembali pembebasan lahan masyarakat untuk dijadikan jalan khusus tambang PT. Semen Tonasa, keempat Kepala Desa Mangilu bersedia mengelola Dana ADD secara transparan.

4. Pengelolaan dana debu akan ditinjau kembali untuk dikelola secara transparan.

Laporan : Anjas/Muh Sain
Editor : H.Sakkar/Mirsyahbani


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Polisi | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Polisi