26 June 2017

Warga Desa Mangilu Pangkep Blokade Jalan Penambang Tanah Liat Semen Tonasa

24 - Apr - 2017 | 16:45 | by: Admin1
Warga Desa Mangilu Pangkep Blokade Jalan Penambang Tanah Liat Semen Tonasa

Pangkep, Beritakota Online-Masyarakat Bara Jongaya Desa Mangilu Kec. Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan memblokade ruas jalan menuju lokasi penambangan tanah liat milik PT. Semen Tonasa, PT. Batara dan PT. Prasetya Japar (PJ) sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas penambangan yang dinilai merusak badan jalan di lingkungan itu.

Hal tersebut dilakukan masyarakat karena kecewa aspirasinya tidak ditanggapi oleh pihak penambang dan juga PT. Semen Tonasa sebagaimana aspirasinya yang tertuang dalam Surat dari Lembaga Pemerhati Aspirasi Masyarakat (LEMPAR) yang mewakili Aspirasi masyarakat Bara Jongaya Desa Mangilu Nomor : 051/S/DPP-LEMPAR/IV/2017 tanggal 11 April 2017 dengan perihal Nota Keberatan (Somasi) terkait rusaknya badan jalan akibat aktifitas pertambangan.

Menurut salah seorang tokoh pemuda Desa Mangilu, Firman. B saat ditemui dilapangan Senin, 24/4/2017 mengatakan, aktifitas pengangkutan material tambang tanah liat yang beroperasi saat ini sudah tidak lagi memperhatikan dampak lingkungan.

“Kalau dibiarkan terus menerus maka ruas jalan akan menjadi rusak parah, berkubang dan berlumpur sehingga dapat mengancam kesalamatan para pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor. Inipun sudah ada yang korban terjatuh dari sepeda motor karena jalanan licin dan berlumpur dan nyaris digilas ban mobil truck 10 roda yg lalu lalang mengangkut material tambang ke pabrik PT. Semen Tonasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak PT. Semen Tonasa pernah berjanji ingin membuat jalan khusus tambang miliknya dengan menggunakan tanah masyarakat yang akan dibebaskan.

Namun, hingga saat ini janji itu tak kunjung terealisasi dengan alasan tanah masyarakat yang ingin dibebaskan harganya terlalu tinggi berkisar Rp. 150.000/Meter, sehingga pihak PT. Semen Tonasa membatalkan keinginannya untuk membuat jalan khusus dengan dalih anggarannya sudah dikembalikan ke PT. Semen Gresik yang saat ini berubah nama menjadi PT. Semen Indonesia (Persero) dibawah naungan BUMN.

Menurut Arifin, Sekretaris PT. Semen Tonasa pihaknya tetap akan menggunakan jalan kabupaten yang ada (jalan poros Desa Mangilu-Tabo2).

“Kami sangat menyayangkan jawaban dari Arifin, Sekretaris Perusahaan PT. Semen Tonasa yang tidak mengindahkan aspirasi kami,” ucapnya.

Ia menyatakan, pemblokiran atau penutupan jalan menuju lokasi penambangan tanah liat karena aspirasi atau tuntutan masyarakat tidak ditanggapi oleh pihak penambang termasuk PT. Semen Tonasa yang dimana masyarakat menuntut agar pihak penambang tidak menggunakan jalan Desa (umum) untuk melakukan aktifitas bongkar muat material tambang oleh karena bobot tonase jalan yang diperuntukkan tidak sesuai dengan armada milik pihak penambang yang menggunakan truck 10 roda.

“Sebelumnya kami sudah mendatangi dan menyampaikan hal ini kepada Kepala Desa Mangilu, hasilnya Kepala Desa mendukung aksi kami ini karena Pak Desa Mangilu sendiri katanya sering mengingatkan dan meminta kepada pihak PT. Semen Tonasa untuk membuat jalan khusus tambang,” ujarnya mengutip pernyataan Kepala Desa Mangilu.

Sementara warga lainnya, Jumaing mengatakan ratusan warga memblokade jalan atau menutup badan jalan dengan pohon merupakan sikap dan kesepakatan bersama dari warga.

“Sebelum melakukan aksi ini kami sudah mengadakan rapat dengan masyarakat dengan kesepakatan bahwa warga meminta menutup jalan di Bara Jongaya Desa Mangilu karena aktifitas tambang telah merusak jalan,” ujarnya.

Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah dan terkhusus kepada pihak penambang agar lebih serius menanggapi aspirasi masyarakat untuk menghindari gejolak sosial di tengah warga yang selama ini sudah tidak setuju dengan aktivitas bongkar muat material tambang yang beroperasi disekitar jalan Desa Mangilu.

Aksi ratusan warga dijaga ketat sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Bungoro untuk menghindari perbuatan anarkis.

Warga memulai menutup jalan menuju lokasi tambang sejak senin pagi pukul 07.00 Wita hingga pemerintah daerah dan pihak penambang mengabulkan keinginan warga yaitu menolak aktifitas bongkar muat material tambang melintas dijalan poros Desa Mangilu – Tabo tabo.

Ratusan warga Bara Jongaya Desa Mangilu membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WITA setelah dimediasi oleh Binmas dari Kapolsek setempat.

Hasil kesepakatannya adalah pihak PT. Prasetya Japar (PJ) pemilik jasa angkutan tambang tanah liat bersedia tidak akan beraktifitas selama belum ada kejelasan terkait dengan aspirasi masyarakat dan akan berlanjut apabila aspirasi masyarakat tidak ditanggapi oleh pemerintah daerah dan khususnya para pihak penambang PT. Semen Tonasa, PT. Prasetya Jafar (PJ) dan PT. Batara.

Sementara pihak Koramil dan Polsek Bungoro diminta menyampaikan kepada pihak perusahaan atas penolakan dan gejolak yang terjadi di masyarakat.

Laporan : Muh Sain
Editor: Zul/H.Sakkar/Mirsyahbani


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Ekobis | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Ekobis