22 September 2017

Ada Lima Wilayah RT di Desa Tumbit Melayu Berau Diduga Tercemar Limbah Tambang, Warga Kesulitan Dapatkan Air Bersih, ” Pemerintah Tutup Mata”

17 - Apr - 2017 | 16:13 | by: Admin1
Ada Lima Wilayah RT di Desa Tumbit Melayu Berau Diduga Tercemar Limbah Tambang, Warga Kesulitan Dapatkan Air Bersih, ” Pemerintah Tutup Mata”

Tanjung Redeb, Beritakota Online- Ada Wilyah Rukun Tetangga (RT) yang mengalami dampak limbah dari perusahaan Tambang Batu Bara diduga limbah dari tambang PT.PPC ( Pacifik Prima Col) dan PT.MAS (Mega Alam Sejaterah) yakni antara lain RT 3 RT 4. RT 5 ,RT 9. Dan RT 11.Desa Tumbit Melayu kacamatan Teluk Bayur kabupaten Berau Kalimantan Timur sejak tahun 2014.

Kelima wilayah ini diduga telah tercemar limbah dari Perusahaan tambang tersebut yang berada di kacamatan Teluk bayur ini adapun dugaan limbah tidak bisa ditampung disetlingpond atau kolam penampungan melainkan langsung dialirkan keanak sungai Pikul dimana sungai pikul ini mengalir langsung ke sungai kelai,banyak dampak yang lingkungan yang di akibatkan oleh limbah tambang PT.PPC dan PT.MAS Perusahaan tambang batu bara kuat dugaan penyebab pencemaran air sungai dan Warga kesulitan mendapatkan sumber air, yang sehari-harinya digunakan dan Warga Desa Tumbit Melayu yang dalam wilayah 5 RT ini.

Dan menurut Salah Tokoh Masyarakat Aman MT Sutorus mengatakan pencemaran itu merugikan banyak pihak. Dan akibat pencemaran ini bukan hanya kita diakibatkan gatal gatal sampai di seluruh tubuh dan juga gatal-gatal terjadi pada anak-anak.

Dikatakan pula tokoh masyarakat itu Ada beberapa hal yang mereka minta kepada pemerintah atau intansi terkait agar diperhatikan kita pasalnya sudah dikelilingi Areal Tambang batu bara dan para kontraktor lainnya,dulu sebelum ada pertambangan, air sungai aman konsumsi. Untuk keperluan lain seperti mandi dan mencuci.

Sekarang setelah ada perusahaan tidak bisa dan layak untuk di komsumsi air karena tercemar, tapi kami mau mengambil air dari mana terpaksa tetap pakai air sungai. Untuk mandi meski menimbulkan gatal-gatal, keluhnya kepada Beritakota Online, Senin (17/04).

Tokoh masyarakat itu sangat mengeluhkan terjadinya pencemaran pada pembuangan limbah perusahaan tambang itu yang mengalir kesungai Kelay dan melewati beberapa kampung seperti Inaran Pegat Bukur Rantau Panjang bahkan Tanjung Redeb juga kena dampaknya, ujarnya.

“Kalau ada warga keberatan dengan limbah tersebut jika masyarakat berani menyuarakan keberatan mereka dan mempertanyakan hal ini,” jelas Aman MT.

Berkaitan dengan IPAL, untuk memulihkan limbah sebelum dibuang ke sungai. berdasarkan keterangan masyarakat juga tak ada pengelolaan limbah katanya.
Pemerintah dan aparat hukum terutama dinas terkait harus segera mengambil sikap.

“Kalau dia masih merasa diri penegak hukum, wajib melindungi warga. Bukan sebaliknya.”
Menurut dia, masyarakat harus mendapatkan jaminan lingkungan sehat.” tegasnya.

Sekarang lahan dan ladang masyarakat menjadi korban. Air sudah tak layak, merusak kesehatan dan mata pencaharian. Ini bencana ekologis serius, tak bisa disepelekan,” ucap Aman MT Sitorus.yang juga di dampingi beberapa tokoh masyarakat dari lima ketua RT yang terdampak limbah tersebut.

Mereka juga sudah pernah pada tahun 2015 yang lalu sudah melaporkan ke Dinas Badan lingkungan hidup (BLH) ,bahkan warga pada waktu itu membawa sampel air sebagai pertimbangan dan agar dapat dicek di laboratorium tetapi sampai saat ini tidak ada kabar beritanya dan mungkin sudah disimpan ditempat sampah

“Sudah kami melapor baru tidak di tanggapi,sedangkan tempat kami melapor tidak pernah menanggapi apa lagi itu pemerintah yang pas tempat mengadu sesuai dengan tugasnya,jadi kami mau kemana lagi, ” tegas Aman MT.

Jadi kami lakukan demo keperusahaan tapi tidak ditanggapi dengan adanya intimidasi dan sebagainya dimana banyak sudah warga kami yang ditangkap Oknum Polisi akibat mempertahankan hak dan memperjuangkan hal ini,dan perusahaan tidak segan-segan mengitimidasi kami, kunci Aman MT Sitorus.

Laporan : Muh Sain
Editor : Mirsyahbani/Darwis K


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Nusantara,Polisi | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Nusantara

Kategori Polisi