24 November 2017

Polisi Polres Sidrap Nyambi Jual Martabat

5 - Apr - 2017 | 18:05 | by: Admin1
Polisi Polres Sidrap Nyambi Jual Martabat

Sidrap, Beritakota Online-Ditengah himpitan persoalan ekonomi semua cara bisa dilakukan, bekerja untuk bisa menafkahi keluarga agar bisa bertahan hidup kerja apapun yang penting halal.

Seperti halnya yang dilakukan, seorang polisi tetap harus mencari pekerjaan lain yang penting halal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya

Di mata masyarakat menjadi seorang polisi adalah idaman banyak orang, karir seorang Polisi tentu di Pandang bisa memberikan kemapanan hidup secara materi.

Akan tetapi di tengah himpitan persoalan ekonomi seorang polisi tetap harus mencari pekerjaan lain yang penting halal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seperti yang dilansir Tribatanews, Salah satu polisi yang memanfaatkan waktu luangnya dengan memiliki usaha kuliner adalah Bripka Ambri Jayus. Dia menjual Martabak dan Terang bulan di depan Ruko Jalan Lanto dg. Pasewang Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap selama hampir setahun

Hal itu ungkapnya dilakukan demi membiayai dua anaknya yang sedang bersekolah dan mengisi waktu luang sambil mencari rejeki halal sampingan.

Ambri Sapaannya saat ini bertugas di Unit Sat. Lantas Polres Sidrap. ” Tidak bisa jika hanya mengandalkan gaji polisi, makanya Dia punya ide jualan Martabak dan Terang bulan ini, tidak perlu malu yang penting halal,” katanya

Dia memilih Martabak dan terang bulan karena tingginya minat maupun animo masyarakat sidrap akan kuliner tersebut. Berawal melihat Browsing di internet cara membuat Martabak dan terang bulan serra dipadukan dengan hobby membuat kue.

Dari itulah membuat dirinya memutuskan untuk membuka usaha sendiri sejak akhir tahun 2016 lalu. “Saya cuma modal nekat, eh lama kelamaan kayaknya banyak yang suka ” lanjutnya

Dia membuka usaha ini dengan modal minim. “Saya hanya bisa modal gerobak saja sekitar Rp 4 juta. Tapi untuk lokasi masih belum tahu mau jualan dimana,” jelasnya.

Melihat lahan yang kosong dan strategis, sehingga muncul lah ide untuk berjualan tepat di depan salah satu minimarket. Sampai saat ini saya bersyukur bisa jualan,” ungkapnya pria berdarah jawa bugis tersebut

Ambri mengatakan dalam sehari, bisa menghabiskan dua belas kilogram tepung terigu atau sekitar 120 porsi. Dengan harga bervariasi dari Rp.10 s/d 60 ribu. Sesuai selera pelanggan. Belum termasuk Akhir pekan penghasilan meningkat dua kali lipat kata ayah dua orang Anak.

Meski jualannya mulai ramai, Ambri berjanji tidak meninggalkan pekerjaan utamanya sebagi polisi yang sudah dijalaninya sejak 2003. Dirinya sudah terbiasa lepas tugas baru jualan. Dia mengatakan akan terus berjualan sebagai bekal saat pensiun nanti. Apalagi, usahanya ini mendapat dukungan dari keluarga dan mereka tidak malu memiliki bapak yang bekerja sebagai polisi dan berjualan Martabak.

Laporan : Anjas
Editor : Muh Sain


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah