21 August 2017

Banjir Bandang Landa Warga Kecamatan Lumbis 13 Desa Terendam Air Setinggi 2 Meter

2 - Apr - 2017 | 13:22 | by: Admin1
Banjir Bandang Landa Warga Kecamatan Lumbis 13 Desa Terendam Air Setinggi 2 Meter

Nunukan, Beritakota Online-Puluhan rumah warga tiga belas desa 13 dan 3 Kecamatan Lumbis dan kecamatan lumbis ogong kecamatan di sebuku Desa terdampak banjir Desa tau lumbis ,desa labang,desa panas,desa sumantibol,desa,sumantipal ,Desa Binter,Desa Tekulon,Desa Patal,Desa Ubol ,Desa Bulan 13 desa yang terdampak banjir- Putal Sabtu (1/04/17) lalu terendam banjir. Banjir terjadi karena luapan Sungai Sembuak yang melewati pemukiman penduduk tiga desa tersebut.

Desa yang bertetangga bersebelahan dengan Pandit mengalami banjir paling parah. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 2 meter, bahkan di beberapa titik terendah air nyaris menutup atap-atap rumah.
“Air besar dari hulu sungai sehingga banjir di sini. Bertemu air pasang,” jelas Ilyas, salah satu tokoh masyarakat Belayan.

Sumantibal Yaitu air pasang dari Sungai Sungai Semendurut.
Kondisi yang sama juga terlihat di Desa labang Posisi pemukiman yang berada di lembah bukit dan belokan sungai membuat hampir seluruh pemukiman warga desa ini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 hingga 3 meter.

“Kalau hujan lagi di hulu sungai banjir bisa lebih parah,” ungkap David, warga labang, Sabtu (1/4/17) malam disela kesibukannya mengevakuasi barang, dibantu anggota polisi dari Polres Malinau dan Polsek setempat, TNI, dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Upaya evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu warga ditambah perahu karet milik polisi yang diperbantukan untuk melayani berbagai keperluan, termasuk untuk mengangkut lalu lintas warga menyeberangkan warga yang hendak melintas.

Ada 2 jalan yang terputus akibat banjir tersebut, yaitu jalan menuju Desa Belayan dan Markas Yonif 614 RJP dan Jalan Trans Kaltara yang melintasi Desa Putat dan takulon Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Namun kerugian materil warga ke-3 kacamatan dan 13 desa diperkirakan mencapai ratusan juta. Selain kerugian karena kerusakan pada rumah-rumah warga, kerugian materi juga terjadi karena banyak harta benda warga, ternak dan tanaman pertanian yang hilang dan rusak.

“Kami masih sempat menyelamatkan apa yang ada dirumah karena banjirnya naik perlahan. Bukan tiba-tiba,” ujar Marten, warga takulon
Banjir bandang yang melanda 13 desa tersebut bukan kali pertama. Hampir setiap tahun terjadi pada saat curah hujan tinggi. Dalam sepekan terakhir ini, curah hujan memang tinggi. Hujan turun hampir setiap malam mulai pertengahan malam atau menjelang dini hari hingga pagi.

“Yang menyebabkan banjir di sini adalah hujan yang terjadi di hulu sungai sana,” ungkap Kepala BPBD Elisa.

Untuk mengantisipasi banjir susulan, BPBD setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, melakukan siaga banjir dengan membuka posko di beberapa lokasi aman banjir.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri dan disepakati bersama bahwa semua siaga malam (minggu malam) untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.

Dapur umum dibuka untuk memberikan pelayanan kepada korban banjir yang rumahnya terendam air. Warga yang tempatnya terendam, Sabtu malam minggu dievakuasi di tempat yang lebih tinggi dan aman. Puluhan Warga takulon misalnya, minggu malam mengamankan diri di sekitar mengunsi kedaerah ibu kota mansalong ,Sungai lumbis ogon yang posisinya lebih tinggi dan dekat dengan tempat tinggal mereka.

Editor : Muh Sain/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama