22 August 2017

Simpan Sabu di Bagasi Motor, Pria dan Wanita ini Dibekuk Aparat Polres Sidrap

14 - Mar - 2017 | 00:29 | by: Admin1
Simpan Sabu di Bagasi Motor, Pria dan Wanita ini Dibekuk Aparat Polres Sidrap

Sidrap, Beritakota Online-Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap lagi-lagi menggagalkan penyalahgunaan narkotika jenis shabu. Kali ini, petugas membekuk seorang pria dan wanita yang menyimpan sabu sebanyak 3 sachet plastik ukuran kecil yang di bagasi motor.

“Pelaku yang berinisial “H” (20) ditangkap bersama seorang wanita berinisial “S” (32) di rumahnya di jalan Andi Makkasau Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Senin (13/3/2017) dini hari”. Ujar Kasat Narkoba Polres Sidrap AKP Indra Waspada Yuda.

Indra menjelaskan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan adanya info dari masyarakat setempat, sehingga pada pukul 00.12 WITA dini hari. polisi yang curiga terhadap gerak gerik pelaku, sehingga petugas melakukan penggeledahan dan pemeriksaan baik terhadap pelaku maupun kendaraannya.

“Setelah mendapatkan informasi, kita langsung menuju ke sebuah rumah di Jalan Andi Makkasau Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap ” ujar Indra

Saat digeledah, petugas menemukan 3 sachet plastik ukuran kecil diduga berisikan narkotika jenis shabu yang disimpan di bagasi kendaraan sepeda motor. Pelaku beserta barang bukti kini sudah diamankan di Mapolres sidrap.
Indra belum bisa menjelaskan perihal asal barang haram tersebut. Pun halnya dengan lokasi tujuan sabu yang akan diedarkan oleh pelaku.

“Pelaku yang diduga pengedar (narkoba) tersebut,  Kita masih melakukan pengembangan,” tutupnya.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.
Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.
Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Laporan : Muh Sain
Editor : Andi A Effendy
Sumber : Humas Polres Sidrap


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Foto,Berita Pilihan,Berita Terkini,Daerah,Polisi | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Foto

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Daerah

Kategori Polisi