4 December 2016

Panglima Laskar Pemuda Melayu : Iskandar Majelis Adat Budaya Melayu Bukan Bagian Laskar Pemuda Melayu

29 - Nov - 2016 | 23:25 | by: Admin1
Panglima Laskar Pemuda Melayu : Iskandar Majelis Adat Budaya Melayu  Bukan Bagian Laskar Pemuda Melayu

ISKANDAR.SH : Rekan Jurnalis menanyakan tentang pembangunan gedung Hotel

Pontianak, Beritakota Onlinr-Budaya adalah banyaknya corak yang komplek dan meliputi kesanggupan kesanggupan anggota warga masyarakat dalam mengatasi berbagai rintangan. Akibatnya timbulnya desakan masyarakat luas dan kalangan press menanyakan perihal seputar, apakah keberadaan MABM itu sama dengan LPM dan ormas ormas Melayu lainnya, dan bagaimana tentang keberadaan nasib Hotel yang letaknya di belakangan rumah adat Melayu itu.

Demikian hasil Konprensi press dengan Panglima Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Iskandar.SH.
Keberadaan MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU (MABM) tidak ada maanfaatnya bagi masyarkat Melayu pada umumnya. Lebih khusus lagi tidak ada kaitan nya dengan Laskar Pemuda Melayu (LPM). Sebab Laskar Pemuda Melayu tidak berada di bawah naungan MABM. Sepengetahuan saya tidak ada satu pun ormas Melayu yang berada di bawah naungan MABM, atau tunduk di bawah MABM di bawah pimpinan saudara Chairil Effendi.
Kalau boleh kami katakan keberadaan MABM bagi masyarakat Melayu tidak ada manfaatnya, itu karenakan mereka hanya sekumpulan orang mengatas namakan Melayu, dan untuk kepentingan pribadi.
Kami Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat arat  harus selalu berpikir ke depan, oleh sebab itu kami minta agar saudara Chairi Effendi sebagai ketua MABM dapat mengundang kami dan tokoh tokoh Melayu di Pontianak untuk menjelaskan berbagai persoalan yang di pertanyakan oleh rekan pers dan warga masyarakat.
Panglima Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Iskandar.SH dalam jumpa Pers dan rilisnya  (24/11) kemarin mengatakan, akibat desakan dan pertanyaan warga masyarakat luas dan rekan pers, sebagai Panglima Laskar Pemuda Melayu saya merasa malu dan perlu menyampaikan secara terbuka desakan ini seperti :
Kenapa pembangunan Hotel di belakang rumah adat Melayu hingga kini tidak kunjung selesai.
Kemana uang hasil sewa gedung rumah adat Melayu
Kenapa Ruko yang berada di lokasi rumah adat Melayu di tempati perusahaan Bus. Itu lah yang di pertanyakan rekan pers,kata Iskandar.

Di sini pun kami ingin memperjelas bahwa LPM di wilayah Kalimantan Barat di samping sebagai alat penghubung warga dan perekat berbagai ormas Melayu, kami pun secara ketat dengan tidak memandang suku etnis dari berbagai golongan untuk bergabung bersama, walau nama melayu melakat dalam lembaga ini.

Begitupun selama ini dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, seolah oleh menganggap keberadaan Organisasi Melayu hanya ada satu saja di wilayah Kalimantan Barat, hal inilah yang akan kami perjelas.
Sekali lagi kami katakan, bahwa kami LPM dan seluruh ormas melayu lainnya tidak tunduk di kepada MABM yang dipimpin oleh Chairil Effendi. Bagi kami ormas MABM tidak ada manfaatnya bagi masyarakat melayu. Sebab tidak ada sebuah persetujuan yang mengatasnamakan kepentingan Masyarakat Melayu, tapi tidak dapat di pertanggung jawabkan secara organisasi.
Maka dari itu, Tegas Iskandar. Kami minta agar saudara Chairil Effendi mengundang tokoh tokoh melayu dan ormas ormas melayu untuk menjelaskan persoalan ini.


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini