4 December 2016

Petani Tambak Resah di Pangkep Tiap Hari Ikan Bandeng dan Udang Mati

24 - Nov - 2016 | 16:55 | by: Admin1
Petani Tambak Resah di Pangkep Tiap Hari Ikan Bandeng dan Udang Mati

Pangkep, Beritakotaonline, Sejumlah masyarakat tani tambak yang ada di seputaran pelabuhan Biringkassi, kini merasa resa, akibat ikan dan udangnya  tiap hari ada yang mati, membuat mereka mengalami kerugian yang cukup besar.

Menurut Baso, (56) warga Bujung Tangaya, salah seorang petani tambak yang di temui di lokasi tambaknya di Bulu Cindea Kamis (24/11) mengatakan bahwa air empang yang terlihat hitam, karena debu batu bara dari pelabuhan Biringkassi Tonasa, membuat air empang kehitaman, “Nampak sekali pak, bahwa air empang itu pengaruh dari debu batu bara” ujarnya.

Baso juga memaparkan bahwa, ikan  memakan dari limbah batu bara yang terapung di air empang, “Ikan itu, apa saja bisa dia makan, termasuk debu batu bara yang halus itu di hisap, sehingga perut ikan bandeng lembek dan akhirnya mati” ujarnya.

Ketika di tanya bahwa itu bukan pengaruh limbah batu bara dab semen dari Pelabuhan Biringkassi Tonasa. Baso, membantah keras, “Silahkan turun langsung melihat kondisi air empang, itu nyata sekali, bahwa debu batu bara terapung di air,  dan itu yang di makan ikan membuat dia mati” ujarnya

Dalam sekian hari ini pak, rata-rata ikan yang baru berumur sebulan, sudah mati lagi, juga kami sudah dua kali menabur benur udang, tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya, juga ikut mati, keluhnya.

Sementara itu, H.M. Arifin, SH, Sekertaris Perusahaan PT Semen Tonasa, yang hubungi SMS lewat selulernya, membantah hal itu, “Jangan Sembarang Ngomong, buktikan”

Senada tersebut, Kepala Desa Bulucindea yang di hubungi di kantor Desa, juga mengatakan bahwa perlu di lakukan dengan analisis leb, untuk mencari apa penyebab kematian atas ikan dan udang yang ada di empang.

Demikian juga Ir. Muhammad Nasir Sulaeman, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep yang di hubungi di kantornya, mengatakan bahwa perlu di pantau, apa penyebab ikan dan udang tersebut, sampai ada yang mati tiap hari. (Herman Djide)

Editor : H. Sakkar Rauf


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Daerah | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Daerah