4 December 2016

Satnarkoba Polres Bantaeng Bekuk Empat Warga Diduga Pemilik Sabu-sabu

24 - Nov - 2016 | 09:44 | by: Admin1
Satnarkoba Polres Bantaeng Bekuk Empat Warga Diduga Pemilik Sabu-sabu

Bantaeng, Beritakota Online-Jajaran Reserse Narkoba dari Polres Bantaeng yang dipimpin oleh Kasat Narkoba, AKP. H. Abd Razak berhasil membekuk empat tersangka dugaan kepemilikan Sabu-sabu dirumah milik salah satu tersangka Ancu alias Bolong (27thn)  dikampung jagung, kelurahan Malilingi, kecamatan Bantaeng, Rabu 23 November 2016 pukul 11.30 wita.

Selain Ancu tiga tersangka lainnya yang berhasil dibekuk adalah Fahmi bin Nursam (23thn) profesi wiraswasta yang beralamat dikampung kayangan, Firman Ardiansyah (22thn) profesi wiraswasta yang beralamat dikampung Panaikang dan seorang wanita lainnya adalah Weni Oktavia (26) profesi biduan yang beralamat dikampung Bingung Barania yang keempatnya semua berdomisili di Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Saat dilakukan penangkapan polisi berhasil menyita dari tangan tersangka berupa satu sacet berupa kristal Sabu-sabu, uang sebanyak 2.980.000 rupiah, dua bungkus schet kosong, delapan unit hp, dua lembar kartu ATM serta motor sebanyak dua unit.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan kepolisian, barang-bukti didapat setelah aparat mengorek keterangan dari salah satu tersangka  bahwa barang tersebut berasal dari Adi Tawang bin Mantari dan  Fajar di Kampung Cabodo, kelurahan Bonto Sungguh, Kec. Bissappu, Kab Bantaeng, “jelas AKP Abd Razak.

Ditambahkannya bahwa Peran serta dan kerjasama dengan masyarakat melalui informasi sangat dibutuhkan guna mengungkap jaringan baik pengguna maupun pengedar narkoba.

Selain itu semua pihak terutama orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak anaknya, “pesan AKP H Abd. Razak. (Syahrul)

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Daerah,Hukum dan Kriminal | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Daerah

Kategori Hukum dan Kriminal