3 December 2016

Soal Pemukulan Oknum Jurnalis di Sinjai, JPS Minta Kapolda Dan Kapolres Sinjai Usut Tuntas Kasus Ini

6 - Nov - 2016 | 00:18 | by: Admin1
Soal Pemukulan Oknum Jurnalis di Sinjai, JPS Minta Kapolda Dan Kapolres Sinjai Usut Tuntas Kasus Ini

Sinjai, Beritakota Online— Pemimpin Redaksi Berita Kota Makassar, Muh Arsan Fitri mengecam tindakan oknum polisi yang memukul wartawannya saat meliput aksi demo penistaan agama di Sinjai. Menurut Arsan, oknum polisi tersebut telah melanggar Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999 karena menghalang-halangi wartawan dalam mendapatkan informasi.

“Pada Pasal 4 UU Pers ayat (3) disebutkan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Dimana pada pasal 18 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) diancam pidana penjara,” jelas Arsan.

Oleh karena itu, Arsan mendesak Kapolda Sulsel dan Kapolres Sinjai mengusut kasus ini. “Wartawan kami saat bertugas menggunakan identitas. Ia menggunakan baju seragam Berita Kota Makassar saat meliput aksi demo. Jadi tidak mungkin aparat kepolisian tidak mengenalnya. Kalaupun ia warga biasa, juga tidak dibenarkan melakukan pemukulan,” tegas Arsan.

“Oleh karena itu, kami meminta institusi kepolisian menyampaikan permohonan maafnya,” tambah Arsan. Jurnalis Peduli Sinjai (JPS) langsung juga terhadap kejadian yang dialami salah satu anggotanya. Syamsuddin, pengurus JPS menegaskan bahwa lembaganya akan menempuh jalur hukum terkait pemukulan Didin.

”Kita akan laporkan kasus ini ke polisi. Kalau memang tidak ditanggapi, kita gelar aksi,” kata Syamsuddin. Dia juga memastikan kalau yang memukul Didin adalah oknum polisi. Sebab, wartawan Harian Rakyat Sulsel (Fajar Group) ini juga tengah melaksanakan tugas peliputan saat kejadian berlangsung.

Pemukulan terhadap wartawan di Sinjai, disesalkan Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, Abdullah Rattingan. Lembaga ini bahkan berjanji untuk memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan polisi, setelah mendapatkan kronologis kejadian.

”Kami minta korban agar melapor dan menjelaskan kronologisnya. Setelah itu, PJI akan melakukan koordinasi secara internal sebelum mengambil sikap terhadap kasus ini,” kata Dul, sapaan akrabnya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, Aqam Qadriansyah juga mengecam tindakan aparat yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Sinjai. Ia mendesak Polda Sulsel segera menanganidengan serius kasus ini.

“Tindak kekerasan jurnalis di Sinjai ini menambah daftar kebrutalan aparat terhadap pekerja pers,” kata Aqam, jumat kemarin (05/11/16).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera yang ditemui di kantor gubernur sesaat setelah mengamankan aksi demo, mengaku belum mendapat laporan wartawan dipukul di Sinjai. Diapun segera menghubungi lewat ponselnya Kapolres Sinjai, AKBP Agus Dwi Hermawan.

Sesaat setelah ditelepon oleh Frans Barung, Agus langsung datang ke RSUD Sinjai dan menemui Didin. Dihubungi melalui telepon selular, Jumat (4/11) petang, Kapolres berjanji akan mengusut kasus ini.
”Untuk sementara korban masih dilakukan perawatan di RS. Saat ini kita belum tahu siapa yang melakukan pemukulan. Karena tadi (kemarin) itu situasinya chaos. Banyak masyarakat yang berkumpul. Ada pula Satpol PP. Yang pasti, kita akan usut siapa pelakunya,” kata Agus.

Disinggung pengakuan Didin mengenal kedua orang yang memukulnya sebagai anggota Polres Sinjai, sekali lagi Agus berjanji untuk mengusutnya. ”Jika memang ada anggota yang terbukti melakukan pemukulan, pasti kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Hingga malam tadi, Didin masih menjalani perawatan intensif di ruang UGD. Ia mendapat banyak simpati dan kunjungan dari para koleganya serta masyarakat Sinjai.

Editor : Andi A Effendy
Sumber : Koma


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Daerah,Hukum dan Kriminal | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Daerah

Kategori Hukum dan Kriminal