4 December 2016

Hadapi Munas, LDII Audiensi MUI Bahas Ekonomi Syariah

31 - Oct - 2016 | 16:00 | by: Admin1

Makassar, Beritakota Online-Menghadapi even lima tahunan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pengurus LDII Makassar beraudiensi dengan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar di Kantor MUI Makassar, Masjid Raya, Jalan Masjid Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/10/2016).

Dalam audiensi hadir Ketua MUI Makassar Dr KH Baharuddin HS didampingi jajaran pengurus harian MUI Makassar. Silaturrahim ini juga dihadiri Ketua LDII Makassar Renreng Tjolli, Sekretaris Hatta Tohuri, Wakil Ketua Basaruddin, Wakil Sekretaris Supriadi, Wakil Bendahara Mawar Kamaruddin, dan Bidang Komunikasi Ilmaddin Husain.

Menurut rencana, Munas VIII LDII akan dihelat di Balai Kartini Jakarta dengan mengangkat tema “Keniscayaan Pengembangan Ekonomi Syariah, Peningkatan SDM, dan Pemberdayaan Teknologi Digital untuk Indonesia Berkelanjutan”.

Ketua LDII Makassar Renreng Tjolli menyatakan, menjelang Munas VIII LDII, pengurus LDII kabupaten/kota diinstruksikan beraudiensi dengan pejabat setempat. “Menjelang Munas VIII LDII, kami diharapkan beradiensi sekaligus bersilaturrahim dengan pengurus MUI Makassar,” ujar Renreng.

Tatap muka antara Pengurus MUI Makassar dengan LDII, kata Renreng, untuk meminta masukan yang akan dibawa ke Munas. “Saran dan masukan dari MUI Makassar akan kami bawa ke Munas VIII LDII,” ucap Wakil Sekretaris MUI Sulawesi Selatan ini.

Ketua Bidang Ekonomi MUI Makassar Abdul Rasyid menguraikan, diperlukan aksi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. “Memberdayakan ekonomi umat tidak mudah kita lakukan karena tidak hanya sekedar keprihatinan, tetapi diperlukan tindakan nyata,” ungkapnya. (*)
( Azis Umar)

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Budaya | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Budaya