3 December 2016

LSM Kompak Temukan Puluhan Rumah di Gowa Diduga Pakai Meteran Ilegal Dan Tidak Terdaftar Di PLN

25 - Oct - 2016 | 00:13 | by: Admin1
LSM Kompak Temukan Puluhan Rumah di Gowa Diduga Pakai Meteran Ilegal Dan Tidak Terdaftar Di PLN

Gowa, Beritakota Online- Puluhan rumah di beberapa dusun di Kecamatan Bontolempangan, Gowa, diduga menggunakan meteran listrik ilegal yang tidak terdaftar di PLN.

Hal ini menjadi temuan dari Lembaga swadaya komunitas masyarakat anti korupsi Indonesia (Kompak).

Ketua Kompak, Ahmad Rana mengatakan temuan itu berawal ketika tiga warga di Kampung Likunuang, Desa Palladingang, Kecamatan Bontolempangan, Gowa,  mengeluhkan lamanya meteran di rumahnya terpasang meski sudah dibayar secara online.

“Setelah dicek kata petugas overlock. Saya investigasi ternyata banyak rumah yang pasang meteran tidak resmi. Gunakan meteran tapi tidak terdaftar di PLN Rayon Kalebajeng, ” katanya Senin (24/10).

Ahmad pun mengatakan dari investigasi nya hampir ratusan rumah di lima dusun yang diduga kuat menggunakan meteran listrik ilegal tersebut. Bahkan kondisi itu sudah berjalan bertahun-tahun. Seperti Dusun Bangke Pattiro, Bongki, Luraya, Takalollo, dan Dusun Pico-picoa.

“Mereka itu membayar jutaan dengan nilai bervariasi. Antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Bahkan saya dengar pernah ada yang membayar sampai Rp 20 juta. Mereka ini menyetor sama oknum yang mengaku petugas PLN. Dan ini sudah bertahun-tahun dilakukan,” ” katanya lagi.

Indikasi kuat lainnya kata Ahmad, jika maraknya meteran listrik ilegal di dataran tinggi Gowa itu karena ada meteran tidak resmi yang beredar dan meteran itu berasal dari Bulukumba, Kabupaten yang tidak terlalu jauh dari Bontolempangan.

Manajer PLN Rayon Kalebajeng, Asmad Rinrang, yang dikonfirmasi wartawan mengaku baru tahu terkait meteran listrik tidak resmi yang beredar.

“Kalau itu saya baru dapat laporan. Tapi ini adalah informasi positif dan saya berterima kasih sudah dikabari. Saya beberapa minggu kemarin memang rutin melakukan operasi di dataran tinggi, mulai dari Sapaya hingga perbatasan Malakaji, dan saya temukan ada puluhan warga yang memang melanggar,” katanya, seperti dilansir Tribun.

Pelanggaran itu pun kata Asmad seperti warga yang gunakan meteran namun tidak terdaftar sebagai pelanggan, ada juga langsung menyambung KwH sehingga memengaruhi daya listrik.

“Sekarang PLN memang lagi rutin melakukan operasi. Kondisi ini bisa dibilang karena masyarakat sekarang banyak yang sudah pintar belajar mengenai listrik. Jadi mudah saja menyambung tanpa sepengetahuan pihak PLN,”.

Namun bagaimana pun kata Asmad, cara ilegal seperti itu tentu ada akibatnya. Mulai dari kerugian PLN hingga membahayakan pelanggan karena bisa saja meledak dan menyebabkan kebakaran. ( Syaiful)

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Daerah | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Daerah