4 December 2016

Kepala Kemenag: LDII Pilar Pembangunan Mental Spiritual

20 - Oct - 2016 | 23:52 | by: Admin1
Kepala Kemenag: LDII Pilar Pembangunan Mental Spiritual

Kepala Kementerian Agama Sulawesi Selatan Abdul Wahid Thahir menyampaikan sambutan di acara zikir dan doa dalam peringatan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke 347 di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/10/2016)

Makassar, Beritakota Online-Organisasi keagamaan dinilai memiliki peran yang signifikan dalam hal pembangunan bangsa, terutama di bidang spiritual. Ormas islam, mengambil peran sebagai penyebar pesan-pesan spiritual dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Saya kira, organisasi keagamaan, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), merupakan pilar utama pembangunan masyarakat. Terutama dalam bidang mental dan spiritual,” kata Kepala Kementerian Agama Sulawesi Selatan Abdul Wahid Thahir disela-sela zikir dan doa dalam peringatan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke 347 di  Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/10/2016)

Ormas islam, termasuk LDII, kata Abdul Wahid Thahir, turut andil menciptakan kemakmuran bangsa. “Indonesia tidak bisa semakmur dan sedamai sekarang tanpa adanya sentuhan ormas islam. Sekarang ini, Indonesia dalam keadaan damai dan sejahtera karena simpul-simpul itu bergerak secara simultan untuk membangun bangsa,” ujarnya.

Saat ditanya perihal kontribusi Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Abdul Wahid Thahir menjelaskan, banyak hal yang telah pihaknya lakukan. “Ada berbagai penyuluhan-penyuluhan. Kami melakukan pembinaan langsung kepada umat. Kami menyalurkan bantuan untuk masjid, mushala, pondok pesantren, dan majelis taklim.,” paparnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Dr KH Sanusi Baco Lc menyatakan, pembangunan manusia yang seutuhnya adalah pembangunan yang dilandasi ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah. “Semoga dari Sulawesi Selatan, lahir orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Sebab ilmu tidak dapat dicuri. Ilmu jika dibelanjakan bertambah banyak,” paparnya.

Namun demikian, pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan ilmu tanpa disertai budi pekerti. “Revolusi mental diperlukan agar lahir manusia yang malu korupsi. Agar dari Sulawesi Selatan lahir manusia yang tidak suka berbohong, tidak suka disogok, dan tidak suka menyogok. Karena itu, mari kita berdoa agar dapat melahirkan anak-anak yang berilmu dan berakhlakul karimah,” jelasnya. ( Azis Umar)

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Budaya | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Budaya