4 December 2016

Bulan Kesehatan Gigi 2016 di Makassar Targetkan Periksa Gigi Masyarakat 1200 Orang

13 - Oct - 2016 | 22:09 | by: Admin1
Bulan Kesehatan Gigi 2016 di Makassar Targetkan Periksa Gigi Masyarakat 1200 Orang

Hari ini, FKG Universitas Hasanuddin, Makassar menjadi lokasi kedelapan yang dikunjungi oleh Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh. Selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 13 sampai 15 Oktober 2016 masyarakat Makassar dan sekitarnya diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi di RSGM Universitas Hasanudin (UNHAS). Menargetkan 1.200 orang yang berkunjung, Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS telah menyiapkan sekitar 340 tenaga ahli untuk memberikan pelayanan.

Makassar, Beritakota Online– Pepsodent, pasta gigi keluarga produksi Unilever Indonesia, kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh. Tahun ini BKGN diselenggarakan di 21 FKG yang mempunyai Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan 30 kota PDGI cabang di Indonesia, mulai dari 19 September hingga 28 November 2016. Kegiatan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2010 ini telah resmi dimulai  pada tanggal 19 September 2016 kemarin di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

FKG Universitas Hasanuddin, Makassar menjadi lokasi kedelapan yang dikunjungi oleh BKGN. Selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 13 sampai 15 Oktober 2016 masyarakat Makassar dan sekitarnya diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi di RSGM Universitas Hasanudin (UNHAS). Menargetkan 1.200 orang yang berkunjung, Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS telah menyiapkan sekitar 340 tenaga ahli untuk memberikan pelayanan. Hadir meresmikan acara Dekan FKG UNHAS, Dr. drg. Bahruddin Thalib, M.Kes., Sp. Pros dan Rektor UNHAS, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A., dengan disaksikan oleh para civitas akademika.

BKGN merupakan salah satu wujud implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) di mana Pepsodent mengambil peran untuk meningkatkan kesehatan gigi 100 juta masyarakat dunia di tahun 2020 dan menciptakan Senyum Indonesia yang lebih sehat. “Melalui BKGN kali ini, Pepsodent mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak. Sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan anak dan dianggap sepele dapat berpotensi menjadi kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut si kecil, dengan mengenal kebiasaan buruk si kecil maka orang tua bisa melakukan pencegahan sedini mungkin,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.

“Berdasarkan RISKESDAS 2013, 36,2% masyarakat Sulawesi Selatan memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru 10,3% yang mendapatkan perawatan dari tenaga ahli. Padahal Makassar memiliki rasio dokter gigi  keempat tertinggi dibanding daerah lainnya, yaitu 16:100.000. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat di kota Makassar memanfaatkan kehadiran BKGN di Rumah Sakit Gigi dan Mulut FKG Universitas Hasanuddin,” ungkap Dekan FKG UNHAS, Dr. drg. Bahruddin Thalib, M.Kes, Sp. Pros.

Dr. Bahruddin menambahkan, “BKGN di FKG Universitas Hasanuddin memberikan pelayanan promotif, preventif, serta kuratif. Bertepatan dengan pembukaan BKGN 2016, FKG UNHAS juga meluncurkan OSSOF (One Student Save One Family), sebuah program baru wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat, produktif dan mandiri, karena sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi di Makassar, FKG UNHAS juga merasa bertanggungjawab terhadap kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Makassar terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan FKG UNHAS.”

Kebiasaan buruk yang umum berpengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin. Padahal, dengan melalui kunjungan rutin ke dokter gigi,  permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan. Dengan perawatan rutin maka kondisi mulut seseorang menjadi lebih baik.

Kebiasaan buruk lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang salah. Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50%.

Lebih lanjut, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi, karena penelitian memperlihatkan bahwa resiko gigi berlubang pada lapisan terluar dentin gigi berkurang secara signifikan sebesar 32% dan 56% pada lapisan dentin gigi terdalam pada anak yang mendapat pendampingan menyikat gigi dari orang tua.

“Kehadiran BKGN adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh para orang tua. Tiap tahunnya BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung melakukan konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant,” tutup drg. Mirah. ( Aziz Umar/Syahrul/Ahmad)

Editor : Andi A Effendy



BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Foto,Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Ekobis,Kesehatan | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Comments are closed.

Kategori Berita Foto

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Ekobis

Kategori Kesehatan