17 July 2019

Tuntaskan Kasus, Jangan Tebang Pilih

23 - Jan - 2015 | 23:35 | by:
Tuntaskan Kasus, Jangan Tebang Pilih

Opini 

Hukum adalah panglima bagi segenap aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Hukum bertujuan untuk terciptanya keadilan dan ketertiban, keadilan tidak mungkin tercipta dalam ketidaktertiban. Tanpa komitmen petugas, tidak akan terwujud hukum yang berpihak pada rakyat.

Hukum akan melahirkan kemaslahatan di tangan penegak hukum dan hakim yang adil dan jujur. Hukum hadir untuk menyempurnakan ritus perjalanan manusia menuju kesempurnaan hingga lahir satu tatanan sosial yang berkeadilan dan berkeadaban.

Penuntasan kasus dalam penegakan hukum butuh etos kerja yang luar biasa, mulai tahap pengkajian sebuah pengaduan ataupun sebuah pelanggaran sampai jatuh vonis, memerlukan konsistensi dan komitmen yang kuat, ketika dalam proses penegakan hukum itu ada badai dan angin kencang, maka keteguhan hatilah yang menjadi pondasi yang sangat kuat.

Penuntasan kasus bukanlah sebuah kegiatan tanpa resiko, tapi jika aturan dan hukum perundang undangan menjadi landasan dalam penegakan hukum maka yakinlah ALLAH SWT senantiasa menjadi pelindung dalam menjamin ketertiban masyarakat. Ketidaktaatan terhadap seluruh proses hukumlah yang seringkali melukai rasa keadilan kita, sehingga penetapan seseorang menjadi tersangka selayaknya bukanlah Polisi atau Jaksa yang melakukannya tapi aturan hukum.

Perbedaan pandangan antara penegak hukum dan bukan penegak hukum memandang sebuah pelanggaran hukum adalah kelaziman, tapi seyogyanyalah bukanlah penzaliman terhadap pelaku ataupun korban.

Seperti pisau bermata dua, akankah sama tajamnya ketika berhadapan realita penegakan hukum, jika tebang pilih menjadi pilihan terakhir yang melanggar nurani sebagai upaya menghindari pecahnya piring dirumah.

Jika yang menjadi tujuan adalah ketentraman warga, maka keluargalah yang menjadi ujung tombak penegakan hukum sebab Keluarga adalah miniatur terkecil negara hukum, ajari anak-anak kita untuk patuh dan cerdas hukum

Meskipun pidana tidak berarti balas dendam, tetapi penjara bukanlah tempat yang baik, mari hidup tenang tanpa kriminalitas. (*)

Penulis  : Ma’ggalatug Amin

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Public Service | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Public Service