20 October 2017

Bea Cukai Sudah Dua Kali Sita Paket Kiriman Senjata Panah Dari China

8 - Jan - 2015 | 18:56 | by: Admin1
Bea Cukai Sudah Dua Kali Sita Paket Kiriman Senjata Panah Dari China

Barang Bukti Senjata Panah yang disita Bea Cukai Makassar diperlihatkan kepada Wartawan saat Jumpa Pers di Kantor, Kamis (08/01/2014) Foto : Suardi/BP

Tahun 2015 ini Baru Pertama kali Dengan Paket Yang Disita Dari Kantor Pos Daya Makassar

Laporan : Surahman dari Makassar

Makassar, Beritakota Online-Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar memperketat barang-barang impor yang masuk via kantor pos. Pengetatan tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Kantor Bea Cukai Makassar ini merilis penyitaan kiriman paket via pos yang berisi anak panah sebanyak dua dos kemarin, (7/1/2015) pukul 14.00 Wita di Kantor Pos Daya Makassar. Barang bukti tersebut dirilis dalam suatu konferensi pers, Kamis, (8/1/2015) di Kantor Cabang Pelabuhan Makassar.

Menurut kepala Bea Cukai Makassar, Gusmiadi Rahman, kiriman bungkusan tersebut awalnya dicurigai oleh petugas. Setelah dibuka berisi 12 buah anak panah dan 42 buah kepala anak panah serta 1 buah ketapel dan 1 buah crossbow.

Di luar bungkus paket tertulis alamat tujuan atas nama Hidayat S.K dengan alamat Jalan Cilallang Jaya Makassar, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini Makassar. Sedangkan alamat pengirim dari China. Barang tersebut saat ini masih diamankan di Kantor Bea Cukai Makassar untuk pengembangan lebih lanjut dan Kepihak Kepolisian.

Barang-barang yang disita ini rutin dilakukan oleh pihaknya sebagai community protector dengan melakukan pencegahan barang impor di kantor-kantor pos. Pencegahan barang impor di kantor pos tersebut diakukan berdasarkan Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, Peraturn Kepala Badan POM RI No HK.00.05.1.3459 tahun 2005 tentang Pengawasan Obat Impor, dan Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2012 tentang pengawasan dan pengendalian senjata api untuk kepentingan olah raga.

“Jadi barang larangan dan pembatasan (lartas) tersebut untuk importasinya diperlukan ijin-ijin dari instansi terkait dan jika tidak di lengkapi akan menjadi Barang Milik Negara (BMN), yang selanjutnya akan dimusnahkan.

Gusmiadi Rahman dalam rilisnya, terhitung tahun 2014-2015 pihaknya, berhasil mendapatkan barang-barang yang terlarang, seperti air soft gun 8 kali, eks toys dan aksesories 6 kali, crossbow (senjata panah dan busurnya) 2 kali, obat-obatan terlarang 8 kali, dan ada narkotika jenis ectacy (26 butir) dan methampetamine (shabu) seberat 1,1 gram sebanyak 1 kali. Kesemua barang bukti yang disebutkan itu dikirim dari barbagai negara besar terutama dari China.

“Itu semua merupakan tugas rutin kami untuk mengawasi barang-barang impor. Jadi kalau ada barang yang dilarang dititip kepada pihaknya, maka ketika ada barang yang tidak memiliki ijin atau sama sekali dilarang, tentu kami akan menenyerahkan pada instansi terkai seperti narkoba kami akan menyerahkan kepada BNN untuk di proses lebih lanjut,” jelas Gusmiadi Rahman.

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Hukum dan Kriminal | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Hukum dan Kriminal